Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah mengundang lebih dari belasan pemimpin Eropa dan Uni Eropa ke pertemuan puncak yang dijadwalkan pada Minggu (2/3) untuk "mendorong maju" aksi terhadap Ukraina dan keamanan, kata kantornya.
Menjelang pertemuan puncak utama, Starmer akan memimpin rapat melalui panggilan telepon pada pagi hari dengan negara-negara Baltik, sebelum menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Downing Street untuk membahas perang dengan Rusia, kata kantornya, Jumat (28/2).
"Perdana menteri akan menggunakan pertemuan puncak tersebut untuk mendorong maju tindakan Eropa terhadap Ukraina – menandakan dukungan kolektif kita yang tak tergoyahkan untuk mengamankan perdamaian yang adil dan abadi, dan kesepakatan abadi, yang memastikan kedaulatan dan keamanan Ukraina di masa depan," kata kantornya.
Para pemimpin dari seluruh benua Eropa termasuk Prancis, Jerman, Denmark dan Italia serta Turki, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Uni Eropa telah diundang ke pertemuan puncak di London pada Minggu nanti, kantornya menambahkan.
Baru saja berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Kamis (27/2), Starmer juga mengundang para pemimpin Belanda, Norwegia, Polandia, Spanyol, Finlandia, Swedia, Republik Ceko, dan Rumania ke pertemuan puncak tersebut.
Kepala NATO Mark Rutte dan kepala Uni Eropa Ursula don der Leyen serta Antonio Costa juga akan hadir.
Starmer akan menjadi tuan rumah pembicaraan empat mata di Downing Street dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni sebelum pertemuan puncak dimulai.
Kantornya mengatakan pertemuan tersebut akan melanjutkan pembicaraan di Paris yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron awal bulan ini dan berfokus pada "penguatan posisi Ukraina saat ini – termasuk dukungan militer yang berkelanjutan dan peningkatan tekanan ekonomi terhadap Rusia."
Hal itu akan kembali menekankan perlunya "kesepakatan yang kuat dan langgeng yang menghasilkan perdamaian permanen" dan membahas "langkah selanjutnya dalam merencanakan jaminan keamanan yang kuat".
Starmer, sambil menegaskan kembali bahwa Ukraina harus menjadi bagian dari setiap negosiasi untuk mengakhiri perang dengan Rusia yang telah berlangsung selama tiga tahun, juga akan mengakui "perlunya Eropa untuk memainkan perannya dalam pertahanan dan melangkah maju demi kebaikan keamanan kolektif".
Selama pembicaraan di Gedung Putih pada Kamis, Trump bersikap lebih lunak pada setiap pembicaraan gencatan senjata. Namun, Trump menolak untuk memberikan komitmen tegas apa pun pada jaminan keamanan AS yang sangat diinginkan Eropa.
Trump, yang telah membuat khawatir sejumlah pemerintah negara-negara Eropa dengan mengubah posisinya secara mendadak ke arah Rusia, mengatakan telah ada "banyak kemajuan" menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Ukraina dan bahwa negosiasi berada pada tahap yang krusial. [ft/rs]
Forum