Nasima Razai dan keluarganya melarikan diri dari Afghanistan pada tahun 2021 setelah Taliban mengambil alih kekuasaan.
Mereka telah melewati sebelas negara selama satu setengah tahun untuk menuju Amerika Serikat.
Kini, tiga bulan sejak tiba, mereka mencemaskan masa depan mereka dan khawatir akan terjebak dalam kebijakan pemerintah AS yang menindak orang-orang yang berada di Amerika secara tidak sah.
Nasima Razai mengatakan, “Pengungsi mungkin akan ditolak dan tidak diterima. Ini adalah kekhawatiran semua orang, termasuk saya. Ini situasi yang sangat sulit.”
Sebuah instruksi presiden yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump tak lama setelah dilantik bertujuan untuk menghentikan arus imigrasi ilegal dan mendeportasi imigran tanpa dokumen yang ada di Amerika. Inpres itu juga menangguhkan Program Penerimaan Pengungsi AS.
Para pengacara imigrasi berkumpul di Sacramento awal bulan ini untuk membahas dampak instruksi presiden tersebut.
Lembaga nirlaba Global Emergency Response and Assistance di California menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.
Direktur eksekutifnya, Soleiman Rahel, mengatakan, “Kami ingin mengumpulkan pengacara-pengacara kami, khususnya pengacara Amerika keturunan Afghanistan, yang berpengalaman dalam masalah ini, untuk menjawab berbagai pertanyaan warga Afghanistan dan memberi mereka informasi berbasis fakta.”
Para pengacara imigrasi mengatakan bahwa pengungsi yang telah mengajukan suaka tidak akan dideportasi kecuali pengadilan menolak permohonan mereka.
Spojmie Nasiri, salah satu pengacara, menuturkan, “Saya ingin menekankan bahwa, berdasarkan hukum AS, tidak ada satu pun yang bisa dideportasi hingga permohonan mereka diproses dan hakim membuat keputusan atas permohonan mereka.”
Sejak Taliban merebut kekuasaan Afghanistan pada tahun 2021, sekitar 180.000 warga Afghanistan telah bermukim di AS.
Meski demikian, relokasi ribuan orang lainnya dihentikan sementara ketika Presiden Trump menangguhkan Program Penerimaan Pengungsi AS.
Kembali, pengungsi Nasima Razai. “Amerika adalah sebuah impian besar bagi saya karena ini adalah tempat di mana apabila Anda bekerja keras, Anda bisa mewujudkan Impian Anda.”
Untuk sementara, Nasima dan keluarganya menunggu dan berharap permohonan mereka akan dikabulkan, sehingga mereka bisa memulai hidup yang baru. [rd/lt]
Forum