Para pejabat Korea Selatan mengatakan sebuah jet tempur tidak sengaja menjatuhkan delapan bom di daerah sipil di kota Pocheon dalam sebuah misi latihan pada hari Kamis (6/3) sehingga melukai delapan orang. Pocheon terletak di dekat perbatasan dengan Korea Utara, yang dijaga dengan persenjataan besar-besaran.
Angkatan Udara Korea Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebuah jet tempur KF-16 “secara abnormal” menjatuhkan bom-bom MK-82 yang jatuh di luar area tembak dan menyebabkan kerusakan.
Video memperlihatkan adanya ledakan, yang menyelimuti jalan mobil dengan asap dan membuat puing-puing beterbangan.
Tiga rumah, sebuah gereja dan sebuah rumah kaca rusak sebagian, tetapi tampaknya bukan karena dihantam langsung oleh bom, kata pusat tanggap bencana Pocheon.
Seorang saksi mata, Oh Seong-gil, 72, mengatakan, “Ada beberapa warga desa yang tergeletak dan ada kebakaran. Ada yang jatuh ke selokan sewaktu sedang mengemudi. Mobilnya kena. Bom itu jatuh tepat di depan mobil.”
Angkatan Udara meminta maaf atas insiden tersebut dan mengatakan akan membentuk sebuah komite untuk menyelidiki mengapa kecelakaan itu terjadi. Disebutkan pula bahwa jet tempur ambil bagian dalam latihan tembak langsung gabungan angkatan udara dan angkatan darat.
Pusat tanggap bencana Pocheon mengatakan enam warga sipil dan dua tentara terluka dan mendapat perawatan di rumah sakit. Empat di antara korban luka, semuanya warga sipil, dalam kondisi serius, kata pejabat di pusat tersebut.
Mereka juga mengatakan dua korban luka adalah orang asing – satu orang dari Thailand dan satu orang Myanmar.
Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Nasional Korea Selatan mengatakan jet tempur tersebut berpartisipasi dalam latihan militer gabungan Amerika Serikat-Korea Selatan di dekat perbatasan antar-Korea.
Setidaknya beberapa bom mendarat di sebuah desa berpenduduk, melukai sedikitnya empat orang dan merusak sebuah gereja dan dua bangunan tempat tinggal, menurut badan pemadam kebakaran nasional negara itu.
Gambar-gambar di media lokal menunjukkan sedikitnya dua rumah yang atapnya runtuh dan jendelanya pecah. Sebuah gereja di dekatnya juga tampak mengalami kerusakan struktural yang signifikan.
Latihan tembak langsung berlangsung pada Kamis pagi di Lapangan Latihan Kebakaran Seungjin di Pocheon, yang berjarak hanya 25 kilometer di selatan perbatasan dengan Korea Utara.
Menurut kantor berita Korea Selatan Yonhap, latihan tersebut melibatkan lebih dari 160 perangkat keras militer dan akan dihadiri oleh Jenderal Xavier Bronson, komandan tertinggi Amerika Serikat di Korea, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Korea Selatan Laksamana Kim Myung-soon.
Latihan tersebut menandai latihan pertama sekutu semacam ini tahun ini dan diadakan sehubungan dengan latihan tahunan Freedom Shield yang akan datang, Yonhap melaporkan. [ft/rs/uh/jm]