Tautan-tautan Akses

Ukraina, Rusia, Perancis, Jerman Perpanjang Pembicaraan Perdamaian

Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, menyapa Kanselir Jerman Angela Merkel (tengah) dan Presiden Perancis Francois Hollande (kiri) di Minsk (11/2). ​(AP/Sergei Grits)
1/7 Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, menyapa Kanselir Jerman Angela Merkel (tengah) dan Presiden Perancis Francois Hollande (kiri) di Minsk (11/2). ​(AP/Sergei Grits)
Presiden Belarus Alexander Lukashenko (kanan) menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin di Minsk (11/2). (AP/Sergei Grits)
2/7 Presiden Belarus Alexander Lukashenko (kanan) menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin di Minsk (11/2). (AP/Sergei Grits)
Presiden Belarus Alexander Lukashenko (kanan) dan Presiden Ukraina Petro Poroshenko berjabat tangan di Minsk (11/2). ​(AP/Sergei Grits)
3/7 Presiden Belarus Alexander Lukashenko (kanan) dan Presiden Ukraina Petro Poroshenko berjabat tangan di Minsk (11/2). ​(AP/Sergei Grits)
Para anggota Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE) menyelidiki lokasi penembakan antara pemberontak pro-Rusia dan pasukan pemerintah di Donetsk, Ukraina timur (11/2). ​(AP/Petr David Josek)
4/7 Para anggota Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE) menyelidiki lokasi penembakan antara pemberontak pro-Rusia dan pasukan pemerintah di Donetsk, Ukraina timur (11/2). ​(AP/Petr David Josek)
Seorang separatis pro-Rusia melewati bus yang hancur dalam pertempuran antara pemberontak pro-Rusia dan pasukan pemerintah di Donetsk, Ukraina timur (11/2). ​(AP/Petr David Josek)
5/7 Seorang separatis pro-Rusia melewati bus yang hancur dalam pertempuran antara pemberontak pro-Rusia dan pasukan pemerintah di Donetsk, Ukraina timur (11/2). ​(AP/Petr David Josek)
Tentara Ukraina mengendarai tank dekat Debaltseve, Ukraina (10/2). (Reuters/Gleb Garanich)
6/7 Tentara Ukraina mengendarai tank dekat Debaltseve, Ukraina (10/2). (Reuters/Gleb Garanich)
Seorang perempuan menangis saat mengangkat puing-puing dari rumahnya yang hancur dalam pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak pro-Rusia di kota Horlivka, Ukraina timur (10/2). ​(Reuters/Maxim Shemetov)
7/7 Seorang perempuan menangis saat mengangkat puing-puing dari rumahnya yang hancur dalam pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak pro-Rusia di kota Horlivka, Ukraina timur (10/2). ​(Reuters/Maxim Shemetov)
Previous slide
Next slide

Presiden Perancis menggambarkan pertemuan puncak Minsk itu sebagai “salah satu kesempatan terakhir” untuk mencapai perdamaian di Ukraina timur yang dilanda pemberontakan.

Para pemimpin Ukraina, Rusia, Perancis dan Jerman telah memperpanjang pembicaraan maraton yang bertujuan mencapai persetujuan gencatan senjata di Ukraina hingga Kamis pagi (12/2) tanpa ada tanda tercapainya terobosan.

Pertemuan puncak di ibukota Belarus, Minsk, itu dengan terburu-buru disiapkan pekan lalu, setelah Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Francois Hollande membawa langsung gagasan perdamaian kepada Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.

Presiden Perancis, yang berbicara Minggu, menggambarkan pertemuan puncak Minsk itu sebagai “salah satu kesempatan terakhir” untuk mencapai perdamaian di Ukraina timur yang dilanda pemberontakan itu, di mana separatis pro-Rusia telah bertempur melawan pasukan Ukraina selama 10 bulan ini. Paling sedikit 5.400 orang telah tewas dalam pertempuran itu, dan ribuan lainnya luka-luka.

Pertemuan puncak itu diadakan sementara pertempuran sengit terjadi di Ukraina timur yang berbahasa Rusia, yang digambarkan oleh para saksi sebagai salah satu pertempuran yang termasuk paling sengit dan menjatuhkan paling banyak korban jiwa yang pernah terjadi dalam konflik itu.

This item is part of
XS
SM
MD
LG