Seorang pria menggendong seorang anak perempuan menyusul serangan udara di Aleppo, Suriah (28/4).
Lebih dari 80 LSM internasional dan Suriah menandatangani pernyataan yang mendesak Obama dan Putin merespon seruan PBB dan mencoba menghentikan pertumpahan darah.
Sekitar 30 serangan udara oleh pesawat dan helikopter tempur pemerintah Suriah mengenai wilayah yang dikuasai pemberontak di Aleppo utara hari Sabtu (30/4), menewaskan sedikitnya lima orang.
Menurut Pemantau HAM Suriah yang berbasis di Inggris, hampir 250 warga sipil tewas dalam penembakan, serangan roket dan udara di kota yang diperebutkan itu sejak 22 April. Diantara korban tewas termasuk sedikitnya 50 orang di sebuah rumah sakit yang terkena serangan udara.
Gelombang kekerasan itu terjadi ketika Komite Palang Merah Internasional (ICRC) memperingatkan bahwa semakin sengitnya pertempuran bisa menyebabkan banyak orang mengalami bencana kemanusiaan di Aleppo, kota terbesar dan bekas pusat perdagangan di Suriah.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan melawat ke Jenewa hari Minggu untuk pembicaraan mengenai situasi Suriah. Departemen Luar Negeri mengatakan dalam pernyataan hari Sabtu bahwa Kerry akan membahas upaya berkelanjutan untuk menekankan kembali agar permusuhan di seluruh Suriah dihentikan.
Para pemberontak terus menyerang permukiman yang dikuasai pemerintah di Aleppo utara dengan roket dan tembakan artileri. Demikian pula, pemerintah Suriah masih terus melakukan pemboman.
Serangan Udara Hancurkan Rumah Sakit Aleppo
1/11Warga melewati puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara di distrik Bustan al-Qasr yang dikuasai pemberontak di Aleppo, Suriah (28/4). (AFP/Baraa Al-Halabi)
Tampilkan selengkapnyaShow less
2/11Warga memeriksa kerusakan di rumah sakit al-Quds setelah dihantam serangan udara di daerah Aleppo yang dikuasai pemberontak di Suriah (28/4). (Reuters/Abdalrhman Ismail)
Tampilkan selengkapnyaShow less
3/11Bangunan terbakar oleh serangan udara di Aleppo (28/4).
Tampilkan selengkapnyaShow less
4/11Petugas Pertahanan Sipil menggendong anak kecil menyusul serangan-serangan udara yang menghantam Aleppo, Suriah (28/4).
Tampilkan selengkapnyaShow less
5/11Seorang pria memindahkan obat-obatan di dalam rumah sakit al-Quds yang hancur terkena serangan udara di Aleppo (28/4). (Reuters/Abdalrhman Ismail)
Tampilkan selengkapnyaShow less
6/11Seorang pria menggendong anak menyusul serangan udara di Aleppo, Suriah (28/4).
Tampilkan selengkapnyaShow less
7/11Seorang pria mengacungkan tangannya di tengah puing-puing bangunan menyusul serangan udara di daerah al-Kalasa di Aleppo, Suriah (28/4). (AFP/Ameer Alhalbi)
Tampilkan selengkapnyaShow less
8/11Petugas pertahanan sipil dan penyelamat memindahkan seorang bayi dari puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara di daerah al-Kalasa, kota Aleppo di SUriah (28/4). (AFP/Ameer Alhalbi)
Tampilkan selengkapnyaShow less
9/11Warga memeriksa kerusakan di rumah sakit al-Quds setelah dihantam serangan udara di daerah Aleppo yang dikuasai pemberontak di Suriah (28/4). (Reuters/Abdalrhman Ismail)
Tampilkan selengkapnyaShow less
10/11Petugas pertahanan sipil membawa korban tewas setelah serangan udara menghancurkan sebuah rumah sakit di distrik al-Sukari di Aleppo, Suriah (27/4). of Aleppo, April 27, 2016. (Reuters/Abdalrhman Ismail)
Tampilkan selengkapnyaShow less
11/11Petugas pertahanan sipil mencari para penyintas menyusul serangan udara yang menghancurkan rumah sakit di distrik al-Sukari, Aleppo di Suriah (27/4). (Reuters/Abdalrhman Ismail)
Tampilkan selengkapnyaShow less
Previous slide
Next slide
Lebih dari 80 LSM internasional dan Suriah menandatangani pernyataan Jumat yang mendesak agar Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin merespon seruan PBB dan mencoba menghentikan pertumpahan darah.
Dari Jenewa, pemimpin HAM PBB Zeid Ra'ad Al Hussein mengatakan kekerasan pekan ini di Suriah menunjukkan “kehidupan warga sipil sangat diabaikan oleh semua pihak yang terkait dalam konflik.” [vm]