Indonesia Minta Bantuan AS Cari Pesawat AirAsia yang Hilang
Indonesia Minta Bantuan AS Cari Pesawat AirAsia yang Hilang
Kokpit pesawat Hercules TNI-AU dalam penerbangan mencari pesawat AirAsia yang hilang (VOA/Andylala).
Amerika Serikat sedang meninjau permintaan tersebut untuk menetapkan bagaimana sebaik mungkin dapat memenuhi permintaan dari Indonesia untuk membantu mencari pesawat AirAsia QZ8501.
Indonesia telah meminta bantuan Amerika Serikat dalam mencari pesawat AirAsia yang hilang Minggu (28/12), dengan 162 orang di dalamnya. Demikian disampaikan Departemen Luar Negeri AS, Senin.
"Hari ini kami menerima permintaan untuk bantuan mencari pesawat tersebut, dan kami sedang meninjau permintaan tersebut untuk menetapkan bagaimana kami dapat sebaik mungkin memenuhi permintaan tersebut," menurut juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jeff Rathke kepada pers.
Rathke mengatakan permintaan dari Indonesia dikirim via nota diplomatik kepada Kedutaan Besar AS di Jakarta. Ia menolak untuk memberi rincian lebih lanjur mengenai permintaan tersebut.
Pencarian AirAsia QZ8501
1/6Kru pesawat TNI AU C-130 Squadron 31 menggunakan teropong untuk menelusuri cakrawala dalam operasi pencarian pesawat AirAsia 8501 yang hilang di atas perairan Selat Karimata di Indonesia, 29 Desember 2014.
Pihak berwenang Indonesia mengonfirmasi pesawat pencari Australia telah melihat puing-puing di perairan Kalimantan, sekitar 1.100 kilometer dari posisi terakhir Air Asia QZ8501. Tapi belum ada konfirmasi apakah puing tersebut terkait dengan pesawat yang hilang, yang membawa 162 orang tersebut.
2/6Seorang keluarga penumpang AirAsia QZ8501 menitikkan air mata selagi menunggu berita terbaru tentang pesawat yang hilang tersebut di Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 28 Desember 2014.
Pihak berwenang Indonesia mengonfirmasi pesawat pencari Australia telah melihat puing-puing di perairan Kalimantan, sekitar 1.100 kilometer dari posisi terakhir Air Asia QZ8501. Tapi belum ada konfirmasi apakah puing tersebut terkait dengan pesawat yang hilang, yang membawa 162 orang tersebut.
3/6Seorang anggota BASARNAS menunjuk pada peta wilayah pencarian dalam briefing sebelum operasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501, di pos Pangkal Pinang di pulau Sumatra, Indonesia, 29 Desember 2014.
Pihak berwenang Indonesia mengonfirmasi pesawat pencari Australia telah melihat puing-puing di perairan Kalimantan, sekitar 1.100 kilometer dari posisi terakhir Air Asia QZ8501. Tapi belum ada konfirmasi apakah puing tersebut terkait dengan pesawat yang hilang, yang membawa 162 orang tersebut.
4/6Keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ8501 menangis di ruang tunggu di Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Indonesia, 29 Desember 2014.
Pihak berwenang Indonesia mengonfirmasi pesawat pencari Australia telah melihat puing-puing di perairan Kalimantan, sekitar 1.100 kilometer dari posisi terakhir Air Asia QZ8501. Tapi belum ada konfirmasi apakah puing tersebut terkait dengan pesawat yang hilang, yang membawa 162 orang tersebut.
5/6Anggota Polisi Penjaga Pantai Indonesia berdoa di atas kapal pencari dalam operasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang, di pelabuhan Pangkal Pinang di pulau Sumatra, Indonesia, 29 Desember 2014.
Pihak berwenang Indonesia mengonfirmasi pesawat pencari Australia telah melihat puing-puing di perairan Kalimantan, sekitar 1.100 kilometer dari posisi terakhir Air Asia QZ8501. Tapi belum ada konfirmasi apakah puing tersebut terkait dengan pesawat yang hilang, yang membawa 162 orang tersebut.
6/6Keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ8501 menunggu berita terakhir tentang pencarian pesawat yang hilang tersebut di Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 29 Desember 2014.
Pihak berwenang Indonesia mengonfirmasi pesawat pencari Australia telah melihat puing-puing di perairan Kalimantan, sekitar 1.100 kilometer dari posisi terakhir Air Asia QZ8501. Tapi belum ada konfirmasi apakah puing tersebut terkait dengan pesawat yang hilang, yang membawa 162 orang tersebut.