Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa bumi dahsyat berkekuatan 7 skala ritcher melanda Sulawesi Utara pada Rabu (18/1). Gempa tersebut diyakini tidak akan menimbulkan tsunami.
Survei Geologi AS (USGS) melaporkan bahwa pusat gempa terletak 150 kilometer barat laut pulau Halmahera di Indonesia timur, pada kedalaman 48 kilometer.
Gempa bawah laut itu terjadi sekitar pukul 13.06 waktu setempat di lepas pantai pulau Sulawesi, mengguncang pulau-pulau terdekat dan membuat sebagian warga mengungsi.
“Gempa dirasakan sekitar 15-20 detik. Guncangannya cukup lama,” kata seorang wartawan AFP di Pulau Morotai di Kepulauan Maluku. “Sebagian orang bergegas keluar karena mereka takut gedung-gedung akan runtuh,” tambahnya.
Abner Manery, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Halmahera Utara, mengatakan beberapa rumah di Morotai rusak.
Seorang penduduk menggambarkan saat gempa mengguncang pulau itu.
“Ketika gempa terjadi, kami bergegas keluar, sedikit panik,” kata Rizkal Fuadsamlan, 29 tahun, kepada kantor berita AFP.
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik NWS di Hawaii mengatakan dalam peringatan terbaru bahwa ancaman tsunami telah berlalu.
Sebelumnya dikatakan bahwa gelombang tsunami bisa menerjang wilayah pesisir sekitar 300 kilometer dari pusat gempa.
Forum