Tautan-tautan Akses

Austria Akan Cabut Langkah Darurat bagi Migran

Para migran dari stasiun kereta api utama di Dortmund, Jerman, berjalan menuju gedung tempat mereka dikumpulkan (6/9). ​(AP/Martin Meissner)
1/16 Para migran dari stasiun kereta api utama di Dortmund, Jerman, berjalan menuju gedung tempat mereka dikumpulkan (6/9). ​(AP/Martin Meissner)
Para simpatisan menyambut migran yang tiba di stasiun kereta api utama di Dortmund, Jerman (6/9). (Reuters/Ina Fassbender)
2/16 Para simpatisan menyambut migran yang tiba di stasiun kereta api utama di Dortmund, Jerman (6/9). (Reuters/Ina Fassbender)
Para migran menunggu transportasi di Dortmund, Jerman (6/9). ​(AP/Martin Meissner)
3/16 Para migran menunggu transportasi di Dortmund, Jerman (6/9). ​(AP/Martin Meissner)
Warga membagikan donasi bagi para pengungsi di tempat mereka menunggu transportasi ke fasilitas pencari suaka di Dortmund, Jerman (6/9). ​(AP/Martin Meissner)
4/16 Warga membagikan donasi bagi para pengungsi di tempat mereka menunggu transportasi ke fasilitas pencari suaka di Dortmund, Jerman (6/9). ​(AP/Martin Meissner)
Para migran tiba di stasiun kereta api utama di Munich, Jerman (6/9). ​(Reuters/Michael Dalder)
5/16 Para migran tiba di stasiun kereta api utama di Munich, Jerman (6/9). ​(Reuters/Michael Dalder)
Seorang gadis migran kecil mengangkat papan bertuliskan kecintaan terhadap Jerman saat ia tiba di stasiun kereta api di Saalfeld, Jerman tengah (5/9). ​(AP/Jens Meyer)
6/16 Seorang gadis migran kecil mengangkat papan bertuliskan kecintaan terhadap Jerman saat ia tiba di stasiun kereta api di Saalfeld, Jerman tengah (5/9). ​(AP/Jens Meyer)
Para migran mendapat minuman teh saat tiba di stasiun kereta api Westbahnhof di Wina, Austria (6/9). ​(AP/Ronald Zak)
7/16 Para migran mendapat minuman teh saat tiba di stasiun kereta api Westbahnhof di Wina, Austria (6/9). ​(AP/Ronald Zak)
Konvoi sekitar 140 mobil meninggalkan Wina menuju Hungaria (6/9) untuk membagikan bantuan untuk para migran dan membawa mereka kembali ke Austria. ​(Reuters/Heinz-Peter Bader)
8/16 Konvoi sekitar 140 mobil meninggalkan Wina menuju Hungaria (6/9) untuk membagikan bantuan untuk para migran dan membawa mereka kembali ke Austria. ​(Reuters/Heinz-Peter Bader)
Seorang migran memakai selimut sambil makan apel di kamp darurat di tempat penyeberangan perbatasan di Nickelsdorf, Austria (6/9). ​(Reuters/Srdjan Zivulovic)
9/16 Seorang migran memakai selimut sambil makan apel di kamp darurat di tempat penyeberangan perbatasan di Nickelsdorf, Austria (6/9). ​(Reuters/Srdjan Zivulovic)
Pekerja sukarela membagikan makanan untuk para pengungsi yang tiba di Wina, Austria (6/9).
10/16 Pekerja sukarela membagikan makanan untuk para pengungsi yang tiba di Wina, Austria (6/9).
Seorang pria tidur di lapangan parkir tempat bus-bus yang diorganisir pemerintah Austria berjajar di Hegyeshalom, Hungaria (6/9). Otoritas Austria telah mengorganisir layanan bus untuk migran dan pengungsi yang tiba di kota perbatasan Hegyeshalom, untuk membawa mereka ke perbatasan Austria dengan Jerman. (AP/Marko Drobnjakovic)
11/16 Seorang pria tidur di lapangan parkir tempat bus-bus yang diorganisir pemerintah Austria berjajar di Hegyeshalom, Hungaria (6/9). Otoritas Austria telah mengorganisir layanan bus untuk migran dan pengungsi yang tiba di kota perbatasan Hegyeshalom, untuk membawa mereka ke perbatasan Austria dengan Jerman. (AP/Marko Drobnjakovic)
Tarixiy Al Nuri masjidi. Musul, Iroq
12/16 Tarixiy Al Nuri masjidi. Musul, Iroq
Seorang migran menyandarkan dahinya ke tongkat sambil menunggu memasuki sebuah kamp untuk prosedur pendaftaran, setelah menyeberangi perbatasan Makedonia-Yunani dekat Gevgelija, Makedonia (6/9). ​(Reuters/Stoyan Nenov)
13/16 Seorang migran menyandarkan dahinya ke tongkat sambil menunggu memasuki sebuah kamp untuk prosedur pendaftaran, setelah menyeberangi perbatasan Makedonia-Yunani dekat Gevgelija, Makedonia (6/9). ​(Reuters/Stoyan Nenov)
Para pengungsi dan migran tidur di rel kereta api dekat perbatasan Yunani dengan Makedonia, dekat desa Idomini (6/9). ​(Reuters/Alexandros Avramidis)
14/16 Para pengungsi dan migran tidur di rel kereta api dekat perbatasan Yunani dengan Makedonia, dekat desa Idomini (6/9). ​(Reuters/Alexandros Avramidis)
Para migran berjalan menuju garis penyeberangan perbatasan Makedonia-Yunani, diawasi polisi Yunani dekat Gevgelija, Makedonia (6/9). ​(Reuters/Stoyan Nenov)
15/16 Para migran berjalan menuju garis penyeberangan perbatasan Makedonia-Yunani, diawasi polisi Yunani dekat Gevgelija, Makedonia (6/9). ​(Reuters/Stoyan Nenov)
Seorang pengungsi Afghanistan menangis setelah jatuh dalam bentrokan antara polisi Yunani dan para pengungsi yang memprotes prioritas prosedur registrasi di pelabuhan Mytilene di pulau Lesbos, Yunani (5/9). ​(Reuters/Dimitris Michalakis)
16/16 Seorang pengungsi Afghanistan menangis setelah jatuh dalam bentrokan antara polisi Yunani dan para pengungsi yang memprotes prioritas prosedur registrasi di pelabuhan Mytilene di pulau Lesbos, Yunani (5/9). ​(Reuters/Dimitris Michalakis)
Previous slide
Next slide

Pejabat-pejabat Austria tidak memberi tenggat kapan akan mulai memberlakukan aturan Uni Eropa itu lagi.

Austria berencana mengakhiri kebijakan darurat yang mengizinkan ribuan migran menyeberangi perbatasannya menuju ke Jerman tanpa pemeriksaan visa.

“Kami sejak awal telah mengatakan bahwa ini merupakan situasi darurat yang membuat kami harus bertindak cepat dan manusiawi,” ujar Kanselir Austria Werner Faymann, Minggu (6/9).

“Kini kita harus mencabut kebijakan darurat itu secara perlahan, guna mencapai situasi normal yang sesuai hukum dan martabat.

Faymann hari Minggu berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, yang membuka pintu lebar-lebar bagi para migran, dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, yang membangun pagar kawat berduri di sepanjang perbatasan Serbia supaya para migran tidak masuk ke wilayahnya.

Austria sebelumnya tidak mengikuti aturan Uni Eropa yang mengharuskan pemeriksaan visa atau mendaftar para migran untuk memperoleh suaka di negara pertama yang didatangi.

Pejabat-pejabat Austria tidak memberi tenggat kapan akan mulai memberlakukan aturan Uni Eropa itu lagi.

This item is part of
XS
SM
MD
LG