Tautan-tautan Akses

Atasi Tarif Trump, Pfizer akan Gunakan Pabrik yang Ada di Amerika


CEO Pfizer, Albert Bourla
CEO Pfizer, Albert Bourla

CEO Pfizer PFE.N Albert Bourla pada hari Senin (3/3) mengatakan pihaknya mungkin akan memindahkan produksi di luar negeri ke pabriknya yang ada di Amerika Serikat, jika diperlukan, karena ancaman pemerintahan Trump terhadap sejumlah tarif barang-barang impor.

Bourla menyampaikan pernyataan ini ketika para produsen obat bersiap-siap menghadapi kemungkinan tarif 25% untuk impor produk farmasi.

Sebuah perusahaan dengan jaringan manufaktur yang ada di AS akan mendapat keuntungan lebih baik jika ada kebutuhan untuk mengalihkan produksi ke negara tersebut guna menghindari tarif, kata Bourla dalam konferensi perawatan kesehatan TD Cowen. “Kami memiliki kemampuan di sini (di AS) dan lokasi-lokasi produksi beroperasi dalam kapasitas yang baik saat ini. Jika terjadi sesuatu, kami akan mencoba memitigasinya dengan memindahkan dari lokasi produksi di luar ke lokasi produksi di sini,” ujarnya.

Pfizer memiliki 10 lokasi manufaktur dan dua pusat distribusi di Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump, yang saat kampanye berjanji akan meningkatkan produksi dalam negeri, telah menekan para produsen obat sejak menjabat untuk memindahkan produksi obat ke dalam negeri.

Trump bulan lalu bertemu dengan para CEO perusahaan-perusahaan besar pembuat obat – termasuk LLY.N David Ricks dari Eli Lilly – untuk mendiskusikan masalah-masalah industri seperti tarif impor obat. Lilly minggu lalu mengatakan mereka berencana untuk menginvestasikan $27 miliar di pabrik-pabrik baru di AS.

Dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih pada awal Februari, Trump mengatakan kepada Partai Republik bahwa ia sedang mempertimbangkan empat pengecualian untuk tarif timbal balik, termasuk industri farmasi. Tetapi menurut laporan Reuters, Trump belum mengesampingkan hal tersebut. [em/jm]

Forum

XS
SM
MD
LG