Tautan-tautan Akses

Info Pasar Keuangan dan Bursa Global, 14 Februari 2019


Info Pasar Keuangan dan Bursa Global, 14 Februari 2019
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:05:12 0:00

Pasar saham AS berakhir sedikit lebih tinggi Rabu sore, sementara para investor tetap optimistis bahwa AS dan Tiongkok akan membuat lebih banyak kemajuan dalam menyelesaikan sengketa perdagangan mereka.

VOA Washington dengan Info Keuangan dan Bursa Global Kamis 14 Februari 2019… bersama saya, Adriana Sembiring.

Pasar saham AS berakhir sedikit lebih tinggi Rabu sore, sementara para investor tetap optimistis bahwa AS dan Tiongkok akan membuat lebih banyak kemajuan dalam menyelesaikan sengketa perdagangan mereka.

Pada penutupan perdagangan di bursa Wall Street:

Indeks Dow Jones menanjak hampir 117 poin ditutup pada 25 ribu 542.
Indeks S&P 500 naik 8 poin menjadi 2 ribu 753.
Indeks Nasdaq naik 5 poin ditutup pada 7 ribu 420.

Pasar saham Eropa umumnya ditutup lebigh tinggi Rabu sore dengan
Indeks FTSE 100 di London menanjak 57 poin menjadi 7 ribu 190. Indeks DAX di Frankfurt Jerman naik 41 poin menjadi 11 ribu 167. Indeks CAC 40 di Paris bertambah hampir 18 poin berakhir pada 5 ribu 74.

Hal serupa juga terjadi di pasar saham Asia, dengan
Indeks Nikkei di Tokyo melonjak 280 poin menjadi 21 ribu 144,
Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 326 poin ditutup pada 27 ribu 8 poin.
Indeks saham gabungan Shanghai naik 49 poin berakhir pada 2 ribu 721.

Dalam perdagangan mata uang terhadap dolar Amerika Rabu sore di New York…
Euro merosot 0,5 persen menjadi 1 dolar 12 sen. Poundsterling turun 0,3 persen menjadi 1 dolar 28 sen. Mata uang Jepang melemah menjadi 111 yen per dolar, mata uang Indonesia diperdagangkan pada 14 ribu 59 rupiah per dolar.

Di bursa komoditi….

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,6 persen menjadi 53 dolar 98 sen per barel.
Harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi seribu 305 dolar 79 sen per troy ounce.
26688511 ILO-WORLD EMPLOYMENT
HEAD: Pengangguran Global Telah Mencapai Level Terendah Dalam Satu Dekade
NUMBER: 26688511

((INTRO))
Sebuah laporan baru menemukan bahwa tingkat pengangguran dunia telah turun menjadi lima persen, level terendah sejak krisis ekonomi global pada tahun 2008. Namum menurut Organisasi Buruh Internasional lapangan kerja yang diciptakan adalah pekerjaan berkualitas rendah yang membuat sebagian besar pekerja di dunia terperosok dalam kemiskinan. Lisa Schlein melaporkan untuk VOA dari Jenewa pada peluncuran laporan World Employment and Social Outlook: Tren 2019. Selengkapnya disampaikan Adriana Sembiring.

((TEXT))
Lebih dari 172 juta orang di seluruh dunia menganggur pada tahun 2018. Itu sekitar 2 juta lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Organisasi Buruh Internasional, ILO, memperkirakan tingkat pengangguran global sebesar lima persen pada dasarnya tetap tidak berubah selama beberapa tahun ke depan.

Namun laporan ILO itu menemukan bahwa mayoritas dari 3,3 miliar orang yang dipekerjakan di seluruh dunia, bekerja dalam kondisi yang buruk yang tidak menjamin mereka hidup layak.

Deputi Direktur Jenderal untuk Kebijakan ILO, Deborah Greenfield mengatakan banyak orang memiliki pekerjaan yang tidak menawarkan keamanan ekonomi, kurangnya kesejahteraan material dan peluang kerja yang layak.

((GREENFIELD ACT))
"Pekerjaan ini cenderung informal dan ditandai dengan upah rendah, tidak aman dan akses ke perlindungan sosial dan hak-hak di tempat kerja sedikit atau tidak ada. Di seluruh dunia, 2 miliar pekerja, atau 61 persen, berada dalam sektor informal."

((END ACT))

Selama 30 tahun terakhir, laporan ini menemukan penurunan besar dalam jumlah pekerja yang miskin di negara-negara berpenghasilan menengah. Tetapi situasinya tetap serius di negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah. Laporan itu mengatakan seperempat dari mereka yang bekerja di sana tidak mendapatkan cukup uang untuk keluar dari kemiskinan ekstrem atau sedang.

Secara regional, ILO melaporkan hanya 4,5 persen dari penduduk usia kerja di Sub-Sahara Afrika yang menganggur, dengan 60 persen bekerja. Direktur Penelitian ILO, Damian Grimshaw, mengatakan data statistik yang baik ini menyesatkan.

((GRIMSHAW ACT))
"Di sub-Sahara Afrika kami menemukan 18 dari 20 negara dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Dan mereka juga negara-negara dengan lapangan kerja informal yang sangat, sangat tinggi. Jadi, lebih tinggi dari 80 persen di sebagian besar negara di sub-Sahara Afrika, meskipun memiliki tingkat pengangguran terendah di dunia. "

((END ACT))

Grimshaw mengatakan tingkat pengangguran bukan ukuran yang baik untuk kinerja pasar tenaga kerja atau kinerja ekonomi di negara-negara dengan tingkat pekerjaan informal yang tinggi.

Para ahli ILO juga menyoroti kurangnya kemajuan dalam menutup kesenjangan gender dalam partisipasi angkatan kerja. Mereka mencatat hanya 48 persen perempuan yang bekerja, dibandingkan dengan 75 persen laki-laki.

Masalah lain yang mengkhawatirkan adalah tingginya pengangguran kaum muda. ILO mengatakan satu dari lima orang muda berusia di bawah 25 tahun menganggur dan tidak memiliki keterampilan, menurunkan prospek pekerjaan mereka pada masa depan.


Sekian laporan bursa dan keuangan, saya Adriana Sembiring, VOA Washington.
XS
SM
MD
LG