Tautan-tautan Akses

Info Pasar Keuangan dan Bursa Global, 12 Februari 2019


Info Pasar Keuangan dan Bursa Global, 12 Februari 2019
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:04:58 0:00

Masalah pemanasan bumi semakin mendesak untuk ditanggapi, tapi kini sebuah perusahaan telah mengembangkan panil surya yang fleksibel, dan bisa menghasilkan listrik dengan lebih efisien, dibanding panil surya yang ada saat ini.

Berita keuangan dan bursa global 02/11/19
Berikut kami sampaikan berita keuangan dan bursa global:
Harga saham Dow Jones di New York turun 54,99 point dan ditutup pada 25,051.
Saham S&P 500 naik 1.83 point, ditutup pada 2,709
Saham Nasdaq juga naik 9.71 point, ditutup pada 7307,9
---------------
di Asia saham Dow naik 1,17 point, ditutup pada 3339,
saham Nikkei turun 418 point, ditutup pada 20,333, dan
saham Hang Seng naik 197,5 point, ditutup pada 28,143
--------------
Di Eropa,
Indeks financial times naik 57,9 point, ditutup pada 7129,
Indeks Dax di Jerman naik 107,8 point, ditutup pada 11,014 point,
Dan indeks CAC – Paris juga naik 52,8 point, ditutup pada 5014.
---------------------------
Harga minyak turun 0.38 sen, ditutup pada 52,35 dollar per barrel,
Harga emas turun 7 dollar, ditutup pada 1311,5 dollar per troy ons,
Harga tembaga turun 2 sen, ditutup pada 2,788 dollar per pon,
Harga coklat naik 19 dollar, ditutup pada 2254 dollar per ton, dan,
Harga kopi, tercatat 1 dollar tiga sen per pon
----------------
Satu us dollar bernilai 1,1275 euro, 110,41 yen, 1,285 pound sterling dan 14,054 rupiah.

Sekian catatan harga saham, komoditi dan mata uang.


Econ-2
26581959, 26653089
------------
Masalah pemanasan bumi semakin mendesak untuk ditanggapi, tapi kini sebuah perusahaan telah mengembangkan panil surya yang fleksibel, dan bisa menghasilkan listrik dengan lebih efisien, dibanding panil surya yang ada saat ini.
Panil pembangkit liustrik itu terbuat dari bahan mineral perovskite (peraf-skite) dan bisa dipasang pada dinding bangunan, atap mobil, perahu layar, tenda atau kemah, dan tentunya pada atap bangunan seperti yang dilakukan kini.
Kata Olga Malinkiewicz dari perusahaan Saule (sowlay) Technologies di Polandia, keuntungan penggunaan bahan perovskite adalah panil yang fleksibel itu bisa dicetak dengan harga sangat murah, dan bisa digunakan praktis pada permukaan apapun.
Saule memperkirakan satu meter persegi panil seperti itu akan menghasilkan cukup listrik untuk menghidupkan lampu dan menjalankan komputer sepanjang hari bagi seorang pekerja.
Panil sinar surya yang dibuat dari bahan perovskite ini bisa bekerja dengan baik walaupun tidak terpapar langsung pada sinar matahari, dan karenanya bisa digunakan pada semua sisi dinding bangunan.
Sementara itu, Australia mengatakan sedang memasang fasilitas pembangkit energi berkelanjutan jauh lebih cepat dari negara manapun, dan hasil riset menunjukkan bahwa Australia akan memenuhi target perjanjian iklim Paris lima tahun lebih awal dari yang diperkirakan semula.
Perjanjian Paris yang dicapai tahun 2015 itu menekankan perlunya diambil tindakan drastis guna mengurangi tingkat pemanasan bumi.
Kata para pakar, dengan tingkat pemasangan fasilitas yang sekarang ini, Australia akan menghasilkan 100 persen kebutuhan listriknya dari sumber-sumber yang terbarukan dalam waktu kurang dari 15 tahun.
Kata Profesor Andrew Blakers dari Australian National University, kini Australia menghasilkan 20 persen listriknya dari sumber-sumber yang terbarukan. Angka ini akan naik menjadi 50 persen tahun 2024, dan 100 persen pada tahun 2032. Ini berarti empat atau lima kali lebih cepat dari Amerika, China, Jepang ataupun Uni Eropa kalau dilihat dari jumlah penduduk yang akan menggunakan listrik itu. (ii)
XS
SM
MD
LG